Pada Intinya :
1. Rekonsiliasi fiskal adalah proses penyesuaian antara laporan keuangan komersial yang disusun berdasarkan standar akuntansi (PSAK) dengan laporan fiskal yang disusun sesuai peraturan perpajakan
2. Accurate Online hadir sebagai software akuntansi berbasis cloud yang membantu mencatat transaksi keuangan sesuai SAK, menyajikan laporan keuangan otomatis, serta memudahkan proses rekonsiliasi fiskal dan pelaporan pajak
Rekonsiliasi fiskal merupakan salah satu proses krusial dalam akuntansi perusahaan, khususnya dalam memastikan laporan keuangan selaras dengan ketentuan perpajakan yang berlaku
Dengan melakukan rekonsiliasi fiskal secara tepat, perusahaan tidak hanya mampu menyajikan laporan keuangan yang akurat, tetapi juga meminimalkan risiko kesalahan perhitungan pajak dan sanksi di kemudian hari
Pemahaman yang baik mengenai rekonsiliasi fiskal akan sangat membantu tim keuangan dan manajemen dalam menyiapkan SPT PPh Badan secara benar, transparan, dan sesuai regulasi
Apa Itu Rekonsiliasi Fiskal?
Rekonsiliasi fiskal adalah proses penyesuaian antara laporan keuangan komersial yang disusun berdasarkan standar akuntansi (PSAK) dengan laporan fiskal yang disusun sesuai peraturan perpajakan.
Proses ini bertujuan untuk menghitung penghasilan kena pajak secara tepat sebelum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Badan. Dalam praktiknya, rekonsiliasi fiskal dilakukan dengan mengidentifikasi dan mencatat koreksi fiskal atas pendapatan maupun biaya yang perlakuannya berbeda antara akuntansi komersial dan ketentuan pajak.
Hasil dari proses ini biasanya dituangkan dalam kertas kerja rekonsiliasi fiskal yang berfungsi sebagai dokumen pendukung pelaporan pajak dan bahan pemeriksaan apabila terjadi audit pajak.
Perbedaan Laporan Keuangan Komersial dan Fiskal
Perbedaan antara laporan keuangan komersial dan fiskal menjadi alasan utama mengapa rekonsiliasi fiskal perlu dilakukan. Berikut gambaran perbedaannya:
1. Laporan Keuangan Komersial
– Disusun untuk menilai kinerja dan posisi keuangan perusahaan
– Mengacu pada PSAK atau IFRS
– Beberapa biaya diakui sebagai beban walaupun secara fiskal tidak dapat dikurangkan
2. Laporan Keuangan Fiskal
– Digunakan untuk menghitung pajak terutang
– Mengacu pada Undang-Undang Perpajakan dan peraturan turunannya
– Beberapa penghasilan dikenakan PPh Final atau bukan objek pajak
Perbedaan metode pengakuan pendapatan, penyusutan, hingga provisi inilah yang menimbulkan perbedaan nilai dan waktu pengakuan antara laporan komersial dan fiskal.
Tujuan Dilakukannya Rekonsiliasi Fiskal
Rekonsiliasi fiskal dilakukan bukan tanpa alasan. Beberapa tujuan utamanya antara lain:
– Memastikan kepatuhan pajak sesuai peraturan yang berlaku
– Mengurangi risiko kesalahan perhitungan pajak dan potensi sanksi
– Menyediakan dokumentasi yang jelas untuk pelaporan SPT dan pemeriksaan pajak
– Mendukung perencanaan pajak dan pengambilan keputusan manajemen berbasis data yang akurat
Dengan rekonsiliasi yang baik, perusahaan dapat memiliki posisi fiskal yang lebih kuat dan terukur.
Baca Juga : Optimistis Hadapi 2026, Purbaya Yudhi Sadewa Paparkan Ketangguhan Ekonomi Indonesia
Jenis-Jenis Rekonsiliasi Fiskal
Secara umum, rekonsiliasi fiskal terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:
1. Rekonsiliasi Fiskal Beda Tetap (Permanent Differences)
Beda tetap terjadi ketika suatu pendapatan atau biaya diakui dalam laporan keuangan komersial, tetapi tidak diakui dalam perhitungan pajak, atau sebaliknya.
Perbedaan ini bersifat permanen karena tidak akan berbalik di periode berikutnya. Contohnya adalah penghasilan yang dikenakan PPh Final atau penghasilan yang bukan merupakan objek pajak.
2. Rekonsiliasi Fiskal Beda Waktu (Temporary Differences)
Beda waktu muncul akibat perbedaan waktu pengakuan pendapatan atau beban antara akuntansi dan fiskal. Perbedaan ini bersifat sementara dan akan berbalik pada periode selanjutnya.
Contohnya adalah pembentukan cadangan piutang tak tertagih yang diakui secara akuntansi, tetapi baru dapat diakui secara fiskal ketika piutang benar-benar tidak tertagih.
Tahapan Proses Rekonsiliasi Fiskal
Agar rekonsiliasi fiskal berjalan efektif dan akurat, perusahaan perlu mengikuti tahapan yang sistematis berikut:
1. Menyusun Laporan Laba Rugi Komersial
Laporan laba rugi komersial menjadi dasar awal rekonsiliasi. Pastikan laporan telah diaudit atau difinalisasi sesuai PSAK dan seluruh akun penting telah direkonsiliasi secara internal.
2. Mengidentifikasi Perbedaan Komersial dan Fiskal
Telusuri seluruh pos pendapatan dan biaya untuk mengidentifikasi perbedaan perlakuan antara akuntansi dan pajak, baik beda tetap maupun beda waktu.
3. Melakukan Koreksi Fiskal
Catat koreksi fiskal positif maupun negatif sesuai ketentuan pajak. Setiap koreksi sebaiknya dilengkapi dengan dasar hukum dan bukti pendukung yang jelas.
4. Menentukan Laba atau Rugi Fiskal
Setelah seluruh koreksi dilakukan, hitung laba fiskal yang akan menjadi dasar penghitungan pajak terutang dan pengisian SPT PPh Badan.
5. Menyusun dan Menyimpan Kertas Kerja Rekonsiliasi
Kertas kerja rekonsiliasi fiskal wajib disimpan sebagai dokumentasi pendukung SPT dan memudahkan proses pemeriksaan pajak di kemudian hari.
Rekonsiliasi fiskal merupakan proses penting yang menjembatani laporan keuangan komersial dengan kewajiban perpajakan perusahaan. Dengan melakukan rekonsiliasi secara disiplin dan terstruktur, perusahaan dapat meminimalkan risiko kesalahan pajak, mempermudah audit, serta mendukung perencanaan pajak yang lebih optimal.
Namun, proses ini tentu akan jauh lebih efisien jika didukung oleh sistem pencatatan keuangan yang rapi, terintegrasi, dan sesuai standar akuntansi.
Permudah Rekonsiliasi Fiskal dengan Accurate Online
Untuk membantu perusahaan menjalankan pembukuan dan rekonsiliasi fiskal dengan lebih praktis, penggunaan software akuntansi yang andal menjadi solusi tepat.
Accurate Online hadir sebagai software akuntansi berbasis cloud yang membantu mencatat transaksi keuangan sesuai SAK, menyajikan laporan keuangan otomatis, serta memudahkan proses rekonsiliasi fiskal dan pelaporan pajak.
Dengan fitur yang lengkap dan mudah digunakan, Accurate Online membantu bisnis menghemat waktu, mengurangi risiko kesalahan, dan meningkatkan kepatuhan perpajakan.
Agar pemanfaatannya semakin optimal, Anda juga bisa mengikuti training resmi Accurate Online bersama FAC Institute, didampingi trainer profesional dan metode pembelajaran yang mudah dipahami, bahkan untuk pemula.
Kelola akuntansi dan pajak bisnis lebih rapi, aman, dan efisien—mulai dengan Accurate Online dan tingkatkan keahlian tim keuangan Anda bersama FAC Institute
Langganan Accurate Online melalui www.mudahin.id dengan tim expert berpenglaman respon cepat dan ramah dalam pelayanan
KLIK DISINI untuk Langganan Accurate





