Pada Intinya :

1. Penerbitan kedua POJK tersebut merupakan tindak lanjut dari mandat dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK)

2. Accurate Online dapat digunakan untuk membantu bisnis mengelola berbagai aktivitas administrasi dan keuangan dalam satu sistem. Mulai dari pencatatan transaksi, pengelolaan penjualan dan pembelian, pengelolaan persediaan, hingga penyusunan laporan keuangan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua aturan baru yang mengatur penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS). Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam membangun ekosistem perdagangan mineral dan komoditas strategis yang lebih teratur, transparan, serta memiliki pengawasan yang lebih kuat.

Dua aturan tersebut tertuang dalam POJK Nomor 15 Tahun 2026 dan POJK Nomor 16 Tahun 2026. Kehadiran regulasi ini menjadi perhatian bagi pelaku usaha yang berkaitan dengan perdagangan mineral maupun komoditas strategis karena akan membawa perubahan pada mekanisme pengaturan dan pengawasan transaksi.

Dua Aturan Baru OJK untuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Penerbitan kedua POJK tersebut merupakan tindak lanjut dari mandat dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Melalui aturan tersebut, OJK memperoleh mandat untuk mengatur dan mengawasi transaksi pada BMKS. Langkah ini diharapkan dapat membangun pasar yang memiliki tata kelola lebih kuat sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan pengguna jasa.

1. POJK Nomor 15 Tahun 2026

POJK Nomor 15 Tahun 2026 mengatur mengenai tahapan peralihan tugas dan wewenang pengaturan serta pengawasan transaksi BMKS dari Bappebti kepada OJK.

Baca Juga :  Langganan Accurate Online Bisa Pantau Semua Cabang dari 1 Platform Kapan saja dan Dimana Saja

Peralihan kewenangan tersebut dirancang agar berlangsung secara bertahap dan terukur. Tujuannya antara lain menjaga stabilitas pasar, menghindari kekosongan hukum, serta mengurangi kendala operasional bagi pelaku usaha yang telah menjalankan kegiatan perdagangan.

Aturan ini mulai berlaku sejak 17 September 2026, sedangkan peralihan kewenangan dari Bappebti kepada OJK akan berlaku mulai 1 Januari 2027, bersamaan dengan dimulainya operasional BMKS.

2. POJK Nomor 16 Tahun 2026

Sementara itu, POJK Nomor 16 Tahun 2026 mengatur lebih luas mengenai penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.

Regulasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pelaku kegiatan perdagangan, tahapan perdagangan, penyelenggaraan transaksi, tata kelola, manajemen risiko, hingga perlindungan pengguna jasa dan penegakan integritas pasar.

POJK Nomor 16 Tahun 2026 sendiri mulai berlaku pada 1 Januari 2027.

BMKS Dorong Transaksi yang Lebih Transparan

BMKS dirancang sebagai ekosistem yang mengintegrasikan sejumlah fungsi penting dalam perdagangan komoditas. Di dalamnya termasuk perdagangan, kliring, penjaminan, penyelesaian transaksi, hingga pengelolaan Bukti Kepemilikan Elektronik.

Penyelenggaraan BMKS juga harus memenuhi prinsip keteraturan, kewajaran, transparansi, efisiensi, kepastian penyelesaian transaksi, integritas pasar, serta manajemen risiko.

Bagi dunia usaha, perubahan seperti ini membuat kebutuhan terhadap pencatatan transaksi dan pengelolaan keuangan yang tertib menjadi semakin penting. Bisnis yang memiliki banyak transaksi komoditas tentu membutuhkan data keuangan yang mudah ditelusuri dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Baca Juga : Purbaya Diganti, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?

Mengapa Pencatatan Keuangan Penting bagi Bisnis?

Perubahan regulasi dan perkembangan ekosistem perdagangan dapat membuat aktivitas bisnis semakin kompleks. Karena itu, perusahaan perlu memastikan setiap transaksi tercatat dengan baik dan dapat dipantau secara berkala.

1. Memudahkan Pemantauan Transaksi

Pencatatan transaksi secara sistematis membantu perusahaan mengetahui aktivitas pemasukan dan pengeluaran secara lebih jelas. Data tersebut juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan bisnis.

Baca Juga :  8 Cara Mudah Mengelola Stok Barang untuk Toko Online

2. Membantu Pengelolaan Risiko

Manajemen risiko tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan, tetapi juga kemampuan perusahaan dalam memahami kondisi keuangannya. Data yang tersusun dengan baik dapat membantu manajemen melihat posisi keuangan dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia.

3. Mempercepat Penyusunan Laporan Keuangan

Ketika transaksi tercatat secara teratur, perusahaan tidak perlu mengumpulkan data dari berbagai sumber setiap kali membutuhkan laporan. Laporan keuangan dapat disusun dengan lebih efisien sehingga manajemen memiliki informasi yang lebih cepat untuk mengevaluasi bisnis.

Accurate Online Bantu Bisnis Kelola Transaksi dan Keuangan

Di tengah perkembangan regulasi dan aktivitas perdagangan yang semakin kompleks, perusahaan membutuhkan sistem yang dapat membantu mengelola transaksi serta pencatatan keuangan secara lebih terstruktur.

Accurate Online dapat digunakan untuk membantu bisnis mengelola berbagai aktivitas administrasi dan keuangan dalam satu sistem. Mulai dari pencatatan transaksi, pengelolaan penjualan dan pembelian, pengelolaan persediaan, hingga penyusunan laporan keuangan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.

Dengan data keuangan yang tersusun rapi, pemilik usaha dan manajemen dapat lebih mudah memantau kondisi bisnis, mengevaluasi transaksi, serta menggunakan informasi keuangan sebagai dasar dalam menentukan strategi perusahaan.

Perkembangan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis menunjukkan bahwa tata kelola, transparansi, dan pengelolaan risiko menjadi bagian penting dalam perkembangan dunia usaha. Karena itu, membangun sistem administrasi dan pencatatan keuangan yang tertib juga menjadi langkah penting agar bisnis lebih siap menghadapi perubahan regulasi dan dinamika pasar.

Mudahin.id Mitra resmi penjualan Accurate Online