Pada Intinya :

1. Biaya overhead adalah biaya operasional bisnis yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi barang atau jasa, tetapi tetap dibutuhkan agar kegiatan usaha berjalan lancar

2. Menghitung biaya overhead secara manual bisa memakan waktu dan rawan salah input. Accurate Online membantu bisnis mencatat biaya operasional, mengelompokkan akun biaya, dan menyusun laporan keuangan secara otomatis

Apa Itu Biaya Overhead?

Biaya overhead adalah biaya operasional bisnis yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi barang atau jasa, tetapi tetap dibutuhkan agar kegiatan usaha berjalan lancar.

Contohnya adalah biaya listrik, sewa tempat, internet, gaji staf administrasi, biaya kebersihan, penyusutan mesin, dan perlengkapan kantor.

Dalam bisnis, biaya overhead perlu dicatat dengan rapi karena memengaruhi harga pokok produksi, margin keuntungan, dan keputusan harga jual.

Jenis-Jenis Biaya Overhead

1. Biaya Overhead Tetap

Biaya overhead tetap adalah biaya yang jumlahnya cenderung sama setiap periode, meskipun jumlah produksi naik atau turun.

Contohnya adalah sewa gedung, gaji staf tetap, asuransi, dan biaya langganan software.

Baca Juga : Pemangkasan Anggaran MBG dan Implikasi Tata Kelola Keuangan Negara

2. Biaya Overhead Variabel

Biaya overhead variabel adalah biaya yang berubah mengikuti aktivitas bisnis atau jumlah produksi.

Contohnya adalah biaya listrik produksi, bahan pendukung, biaya pengemasan tambahan, dan biaya perawatan mesin yang bergantung pada intensitas pemakaian.

3. Biaya Overhead Semi Variabel

Biaya overhead semi variabel adalah biaya yang memiliki unsur tetap dan variabel sekaligus.

Contohnya adalah tagihan telepon atau internet kantor. Ada biaya langganan tetap, tetapi pemakaian tambahan bisa membuat tagihan meningkat.

Cara Menghitung Biaya Overhead

1. Kumpulkan Semua Biaya Overhead

Langkah pertama adalah mencatat seluruh biaya yang tidak langsung masuk ke produk, seperti sewa, listrik, air, internet, penyusutan, dan biaya administrasi.

Baca Juga :  Pentingnya Menetapkan Batasan Dana Atau pagu untuk Bisnis Anda dengan Accurate Online

2. Jumlahkan Biaya dalam Satu Periode

Setelah semua data terkumpul, jumlahkan biaya overhead dalam periode tertentu, misalnya satu bulan.

Contoh:

Komponen Biaya Jumlah

– Sewa tempat Rp5.000.000
– Listrik dan air Rp2.000.000
– Internet Rp500.000
– Gaji admin Rp4.000.000

Total Overhead Rp11.500.000

3. Hitung Tarif Overhead

Rumus sederhana yang bisa digunakan adalah:

Tarif Overhead = Total Biaya Overhead / Total Unit Produksi

Jika total overhead Rp11.500.000 dan produksi 1.000 unit, maka biaya overhead per unit adalah Rp11.500.

Hitung Biaya Overhead Lebih Mudah dengan Accurate Online

Pencatatan Lebih Rapi dan Praktis

Menghitung biaya overhead secara manual bisa memakan waktu dan rawan salah input. Accurate Online membantu bisnis mencatat biaya operasional, mengelompokkan akun biaya, dan menyusun laporan keuangan secara otomatis.

Dengan Accurate Online, Anda bisa memantau biaya overhead, menghitung harga pokok produksi, dan mengambil keputusan bisnis dengan data yang lebih akurat.

Mudahin.id mitra resmi penjualan Accurate Online