Pada Intinya :

1. Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Sugeng Wahyudi, mengatakan harga ayam hidup di tingkat peternak saat ini berada di kisaran Rp24 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram.

2. Dengan dukungan pencatatan keuangan yang terintegrasi melalui Accurate Online, pelaku usaha dapat memiliki data yang lebih rapi untuk memahami kondisi bisnis dan mengambil keputusan secara lebih terukur ketika terjadi perubahan harga maupun biaya produksi

Harga ayam mengalami kenaikan dalam satu bulan terakhir. Di balik naiknya harga di tingkat konsumen, peternak menghadapi tekanan dari meningkatnya biaya produksi, terutama harga pakan dan day old chick (DOC) atau anak ayam.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga jual produk tidak selalu berarti keuntungan peternak ikut meningkat. Ketika biaya produksi mengalami kenaikan lebih cepat, margin usaha justru dapat semakin tertekan. Karena itu, pengelolaan biaya dan pencatatan keuangan menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis peternakan.

Harga Ayam Naik Seiring Kenaikan Biaya Produksi

Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Sugeng Wahyudi, mengatakan harga ayam hidup di tingkat peternak saat ini berada di kisaran Rp24 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram.

Menurutnya, kenaikan tersebut berkaitan dengan meningkatnya sejumlah komponen biaya produksi. Harga pakan dan DOC menjadi dua faktor utama yang memberikan tekanan terhadap biaya operasional peternak.

1. Harga Pakan Naik hingga Rp9.500 per Kilogram

Dalam tiga bulan terakhir, harga pakan ayam mengalami peningkatan. Sebelumnya, harga pakan berada di kisaran Rp8.300 hingga Rp8.500 per kilogram, tetapi kini mencapai sekitar Rp9.500 per kilogram.

Kenaikan tersebut tentu memberikan dampak terhadap biaya pemeliharaan ayam. Bagi peternak dengan jumlah populasi yang besar, selisih harga pakan tersebut dapat meningkatkan total biaya produksi secara signifikan.

Baca Juga :  Accurate Online Software Akuntansi Toko Bahan Bangunan dengan Penghitungan Stok Otomatis

2. Harga DOC Ikut Mengalami Kenaikan

Selain pakan, harga DOC juga meningkat. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp6.000 per ekor kini mencapai sekitar Rp8.000-an per ekor.

Kenaikan harga input tersebut terjadi ketika kondisi pasokan dan permintaan ayam relatif berimbang. Dengan meningkatnya biaya produksi, peternak perlu lebih cermat menghitung biaya dan margin agar harga jual yang diperoleh tetap mampu menutup seluruh pengeluaran usaha.

Harga Ayam di Sejumlah Daerah Lebih Tinggi

Kenaikan harga ayam juga tercermin dalam data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS). Per 31 Agustus 2026, harga daging ayam ras segar secara nasional tercatat sebesar Rp42.850 per kilogram.

Angka tersebut meningkat Rp600 atau 1,42 persen dibandingkan harga pada 24 Agustus yang berada di level Rp42.250 per kilogram.

Perbedaan harga juga terlihat di berbagai wilayah. Sumatra Barat tercatat mencapai Rp56.100 per kilogram dan Sumatra Utara Rp53.300 per kilogram. Sementara itu, harga di DKI Jakarta berada di Rp43.400, Jawa Barat Rp41.900, Jawa Tengah Rp41.100, dan Jawa Timur Rp40.300 per kilogram.

Perbedaan harga antarwilayah menunjukkan bahwa rantai pasok, biaya distribusi, serta kondisi permintaan dan penawaran turut memengaruhi harga yang diterima konsumen.

Peternak Perlu Mengawasi Margin dan Biaya Usaha

Kenaikan harga jual memang dapat memberikan ruang margin bagi peternak. Namun, meningkatnya harga input membuat perhitungan keuntungan menjadi semakin penting.

Dalam bisnis peternakan, biaya pakan dan DOC bukan satu-satunya pengeluaran. Peternak juga perlu memperhitungkan biaya tenaga kerja, listrik, obat-obatan, pemeliharaan kandang, distribusi, hingga biaya lain yang muncul selama proses produksi.

1. Kenaikan Harga Jual Tidak Selalu Berarti Laba Meningkat

Jika harga jual ayam naik tetapi biaya produksi juga meningkat, tambahan pendapatan belum tentu berubah menjadi keuntungan yang lebih besar.

Baca Juga :  Kelola Transaksi Massal Tanpa Ribet, Begini Cara Accurate Online Membantu Anda!

Karena itu, peternak perlu mengetahui secara jelas berapa total biaya yang dikeluarkan dan berapa margin yang diperoleh dari setiap periode produksi.

2. Pencatatan Keuangan Membantu Mengukur Kinerja

Pencatatan transaksi yang rapi memungkinkan pelaku usaha membandingkan biaya produksi dengan pendapatan yang diperoleh. Dari sana, peternak dapat mengetahui apakah margin masih sehat atau mulai tergerus oleh kenaikan biaya.

Data historis juga dapat digunakan untuk mengevaluasi periode produksi sebelumnya dan membantu menyusun perencanaan usaha berikutnya.

Baca Juga : Panduan Jurnal Pembelian dan Penjualan untuk Perusahaan Dagang

Accurate Online Bantu Kelola Keuangan Bisnis Peternakan

Ketika biaya operasional berubah secara dinamis, bisnis membutuhkan sistem pencatatan yang mampu memberikan gambaran kondisi keuangan secara lebih terstruktur.

Accurate Online dapat membantu pelaku usaha mengelola transaksi dan keuangan bisnis dalam satu sistem. Pencatatan penjualan, pembelian, kas dan bank, persediaan, hingga laporan keuangan dapat dikelola secara lebih terintegrasi.

Bagi bisnis peternakan, sistem pencatatan seperti ini dapat membantu pemilik usaha memahami bagaimana perubahan harga pakan, DOC, dan komponen biaya lainnya memengaruhi kondisi keuangan secara keseluruhan.

1. Memantau Pendapatan dan Pengeluaran

Setiap transaksi bisnis dapat dicatat secara lebih terorganisir sehingga pemilik usaha dapat mengetahui arus uang yang masuk dan keluar.

Informasi tersebut penting untuk menjaga likuiditas sekaligus memastikan kebutuhan operasional tetap dapat dipenuhi.

2. Membantu Mengevaluasi Margin Usaha

Ketika biaya produksi meningkat, pemilik usaha perlu mengetahui apakah harga jual yang diterapkan masih memberikan margin yang memadai.

Laporan keuangan yang tersusun dari data transaksi dapat menjadi dasar untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja bisnis.

3. Mendukung Keputusan Berbasis Data

Keputusan bisnis akan lebih mudah dilakukan ketika pemilik usaha memiliki data keuangan yang jelas. Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan strategi pembelian, mengendalikan biaya, mengevaluasi harga jual, hingga menyusun rencana pengembangan usaha.

Baca Juga :  8 Tahapan Laporan Keuangan Wajib Diketahui Para Pelaku Usaha, Ingin Lebih Mudah? Accurate Online Solusinya!

Menjaga Efisiensi untuk Keberlangsungan Peternakan

Kenaikan harga ayam saat ini memperlihatkan bahwa bisnis peternakan sangat dipengaruhi oleh perubahan biaya input dan keseimbangan supply-demand. Harga pakan yang meningkat hingga sekitar Rp9.500 per kilogram dan DOC yang mencapai Rp8.000-an per ekor membuat pengendalian biaya menjadi semakin penting.

Sugeng Wahyudi juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan pasokan DOC agar peternak tetap memperoleh margin yang cukup untuk mempertahankan usaha. Selain itu, peningkatan penyerapan ayam melalui produk olahan, ekspor, serta cadangan pangan pemerintah berbasis ayam dinilai dapat menjadi salah satu penyangga pasar.

Bagi pelaku usaha, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pengelolaan bisnis tidak cukup hanya dengan memperhatikan harga jual. Biaya produksi, arus kas, margin, persediaan, dan laporan keuangan perlu dipantau secara bersamaan.

Dengan dukungan pencatatan keuangan yang terintegrasi melalui Accurate Online, pelaku usaha dapat memiliki data yang lebih rapi untuk memahami kondisi bisnis dan mengambil keputusan secara lebih terukur ketika terjadi perubahan harga maupun biaya produksi.

Mudahin.id mitra resmi penjualan Accurate Online